hal pertama yang saya tulis adalah rasa syukur kepada Allah bersyukur bahwasanya kesadaran remaja muslim untuk membalut kepalanya dengan kerudung begitu tinggi, dengan banyaknya bermunculan club-club hijaber diseantero nusantara ini.
mereka begitu bersemangat menyebar dakwah hijab dikalangan remaja muda. lebih-lebih saat Fatin menjuarai salah satu ajang adu bakat di tanah air ini. seorang ramaja berjilbab bisa bersaing, nahkan menjadi juara. yang pastinya sudah menjadi lumrah di negara ini remaja-remaji gemar mencontoh artis idolanya.apapun yang dilakukan artis idola diikutinya
luar biasa terjadi saat sang idola memberikan contoh yang baik di ikuti oleh fans2nya.
dan luar biasa celakanya saat sang idola memberikan contoh buruk, diikuti penggemar-penggemarnya.
semua sudah tertulis di dalam Al Qur'an bagaimana ketentuan hijab, bagi muslimah. penting sangat penting sekali, jilbab tidak hanya asal-asalan jilbab.
tapi kan lebih baik dari yg tidak berjilbab sama sekali,
iya betul, namun akan jauh lebih baik jika jilbab yang di gunakan sesuai syariat.
itupun ada yang jauh lebih baik lagi.
loh kok bisa?
ya bisa aja. karena esensinya bukan cuma terletak pada jilbab besar yang menutupi aurat. namun bagaimana membalut hati dengan jilbab hati, nah itu yang lebih penting.
muslimah berjilbab menutup aurat itu penting, namun jilbab hati itu lebih penting.
wanita berjilbab menutup aurat merupakan kewajiban. dan itu tidak bisa ditawar lagi. jelas hukumnya.
Jilbab hati berbanding lurus dengan keimanan. jilbab hati berada di wilayah hati, iman pun demikian. asal pokok iman adalah hati itu sendiri.
loh dari tadi ngomongin jilbab hati, apa toh maksudnya??
saudariku yang dimuliakan Allah.
Jilbab itu kerudung, kerudung itu penutup aurat.
hati itu liar, maka tutupilah dengan jilbab hati.
saat hati terbalut jilbab, hati menjadi jinak. liarnya hati terjadi saat kondisi iman menurun.
bukankah masih banyak terdengar muslimah berjilbab rapi, sesuai syaria't, namun lisannya masih gemar membicarakan kejelekan saudaranya yang lain.
balutan rapi jilbabnya dipoles dengan atribut penggoda lawan jenis, dan hatinya juga mengiyakan. ingin terlihat cantik, anggun. sedang hal ini baik jika berlaku bagi istri kepada suaminya.
maka, jagalah baik hati. tak ada maksud lain saat kerudung ini membalut kepala melainkan ibadah kepada Allah.
tak ada maksud lain saat jilbab ini membalut hati melaikan ikhlas.
kerudung dikepala, jadi isyarat kebersihan hati,
apakah pantas senagai muslimah yang auratnya tertutup rapi, kehilangan rasa malunya. sedang permata seorang muslimah adalah perasaan malunya.
malu jika lisan, kaki, tangan, mata, telinga bermaksiat kepada Allah.
padahal maksiat itu adalah penurun iman, sedang ketaatan itu penyubur iman.
demikian saudariku, bahwasanya jilbab hati bukan hanya berlaku bagi kaum hawa, bahkan bangsa adam pun demikian.
jilbab hati adalah simbol muslimah sejati.
hati, lisan, juga anggota tubuh lainya tejaga dari hal-hal yang mendatangkan murka Allah.
semoga semua kita bisa membalut hati ini dengan jilbab hati, dengan terus tata hati, tata diri, tata kehidupan, agar tercipta manjadi masyarakat Robbani.
Salam THR
Tata Hati Rabbani



0 komentar:
Posting Komentar