Cuci hati ibarat cuci mobil

Suatu ketika ada seorang kyai ditanya oleh
supirnya "mengapa kita harus bertaubat,
nanti kan punya dosa lagi?".
Kyai tersebut tidak menjawab "hanya
tersenyum".

ketika sampai tujuan supir tersebut
memandikan mobil, lalu kyai bertanya " mas,
kenapa mobil dimandiin? nanti juga kotor
lagi",

Supir menjawab: 'yaaa supaya bersih, yang
punya senang.'

"Tapi kan nanti kotor lagi", kata kyai.

Lalu supir ini menjawab dengan lugunya "
gampang kyai, nanti dibersihin lagi aja,
namanya juga mobil."

Kyai ini lalu menimpali " mas, hidup ini ibarat
mobil , teruus bergerak, pasti namanya
kesalahan, dosa, kehilafan pasti ada, maka
cucilah hati kita dengan perbanyak taubat
dan istighfar"

Saudaraku, janganlah berputus asa dari
rahmat Allah. Yakinlah allah Maha Sayang
sama hambaNya yang tulus memohon
ampunan.

Rumah Tangga Surga

" RUMAH TANGGA SURGA"

1. Kita semua ingin rumah tangga layaknya surga agar penghuninya betah di dalamnya

2. Dan ketahuilah, ciri utama penduduk surga di antaranya bicara yg lembut. Tidak suka teriak atau membentak

3. Kebiasaan berteriak justru merupakan ciri penduduk neraka (qs 35:37)

4. Maka jika ada suara teriakan di dalam rumah, itu artinya suasana surga sudah berganti suasana neraka. Bahaya!

5. Sebab, kebiasaan teriak atau bicara melebihi desibel suara normal akan mengeringkan cinta

6. Sejatinya cinta adalah kelembutan. Dan tidaklah sesuatu disertai kelembutan kecuali akan memperhiasnya (Hadits)

7. Itulah kenapa bukti cinta kpd Allah diminta kita tuk berdzikir dgn suara yg lembut, tidak berteriak di hadapanNya (QS 7:205)

8. Dan kebiasaan berteriak di dalam rumah tangga sejatinya akan mengurangi rasa cinta

9. Sulit kita lihat sepasang kekasih yg dimabuk cinta berbicara sambil teriak2. Kebalikannya, mereka malah suka bisik-bisik

10. Pelan. Tapi nge-jlebb ke hati. Sebab meski tanpa suara, hati berteriak memproklamirkan cinta.

11. Penting bagi setiap keluarga yg merindukan suasana surga agar mengurangi teriakan di dalam rumah, terlebih untuk anak2 kita

12. Kebiasaan berteriak atau membentak di depan anak diakui oleh para ahli akan mengaktifkan batang otak anak

13. Batang otak itu yg disebut otak reptil atau otak refleks. Anak cenderung merespon masalah tanpa berpikir

14. Diledek teman refleks memukul. Ini tersebab batang otaknya lebih dominan daripada korteksnya yg ajak dia tuk berpikir

15. Anak yg batang otaknya menebal cenderung merespon sesuatu dgn prinsip 'flight or fight'

16. Solusi jarang keluar dari anak dgn model begini. Yang ada adalah puaskan emosi

17. Maka anak-anak yg gampang marah, tawuran dan sebagainya bisa dibilang karena batang otaknya cenderung lebih dominan

18. Dan kalau ditelusuri penyebab awalnya yakni kebiasaan dibentak atau diteriaki dari kecil baik oleh ortu atau guru

19. Dampak berikutnya dari kebiasaan berteriak di hadapan anak adalah menghancurkan sel otaknya

20. Satu kali teriakan kepada anak di bawah usia 5thn akan menghancurkan 10ribu sel otaknya setiap teriakan

21. So, hitung deh udah berapa kali bentak anak. Kalikan 10rb. Maka itulah dosa kita yg buat anak kita gak pintar-pintar

22. Dan berteriak ini belum tentu membentak. Bisa jadi sekedar bercanda untuk menyemangati. Ini tetap bahaya dan terlarang

23. Kalau mau teriak di lapangan aja dimana jarak ke anak kira2 seratus meter .

24. Kembali kepada inti rumah tangga surga. Yakni kebiasaan bicara lembut. Bahkan bisik-bisik di telinga anak tumbuhkan cinta

25. Tentu kelembutan ini bukan berarti abaikan ketegasan

26. Sebab ketegasan itu bisa dilakukan tanpa harus teriak.

27. So, jika ada yg teriak-teriak di rumah kita, katakan : ini rumah surga. Di surga bicaranya lembut. Hanya penduduk neraka yg suka teriak

28. Kesimpulannya, jika ingin memperbaiki pola asuh dan hubungan harmonis dlm rumah tangga, perbaiki cara komunikasi kita

29. Dengan perbaikan komunikasi, maka menjadi baik lah amalan kita yg lainnya (QS. 33:70-71)

17 Pintu masuk syetan

17 PINTU MASUK SYETAN

1. Al Jahlu (kebodohan)
2. Al Ghadhab (marah)
3. Hubbud Dunya (cinta banget ma dunia)
4. Thulul Amal (Panjang angan-angan)
5. Al Hirshu (Tamak)
6. Al Bukhlu (Pelit)
7. Al Kibru (Sombong)
8. Hubbul Madhu (Gila ma pujian)
9. Ar Riyaa-u (Pamer ma amalan)
10. Al 'Ujubu (Bangga diri)
11. Al Jaza'u wal Hala'u (Panik dan Galau)
12. Ittiba'ul Hawa (Menuruti hawa nafsu)
13. Su udz'dzon (Prasangka buruk)
14. Ihtiqorul muslim (Merendahkan orang
Islam)
15. Ihtiqorudz Dzunub (Meremehkan dosa)
16. Al Amnu min Makrillah (Merasa aman dari makar/ancaman Allah)
17. Al Qunuth min rahmatillah (Pesimis dari rahmat Allah)

Rumah Sakit Islam pertama

Rumah sakit pertama dalam islam

Adalah Rufaidhah binti sa'ad al Anshoriyyah, salah satu tim medis pemilik perkemahan yang berfungsi sebagai rumah sakit, yg biasa berpindah-pindah dari gurun ke gurun. Inilah rumah sakit pertama dalam sejarah kedokteran islam. Sebab itulah perkemahan ini sering disebut dengan perkemahan Rufaidhah.

Sebagaimana layaknya rumah sakit, disitulah pasien tinggl untuk memperoleh pengobatan. Saat Sa'ad bin Mu'adz terluka ketika terjadi perabg khondaq, Rasulullah memerintahka untuk  memindahkanya ke perkemahan Rufaidhah, guna memperoleh terapi kai, agar darah tidak terus keluar dari luka yang diderita. (As Syiroh Ibnu Hisyam)

KEBERANIAN SAHABAT JUBAIR BIN AWWAM

KEBERANIAN AZ-ZUBAIR BIN AWWAM RADHIYALLAHU AHU

Namanya adalah az-Zubeir bin Awwâm bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai Radhiyallahu anhu. Nasabnya bersambung dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Qushai. Sedangkan ibunya bernama Shafiyah binti Abdul Muthallib Radhiyallahu anhuma, bibi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dia memiliki kunyah (nama panggilan) Abu `Abdillâh. Az-Zubeir bin Awwâm masuk Islam ketika berumur delapan tahun.[1]

Az-Zubeir bin Awwâm Radhiyallahu anhu adalah Sahabat yang pemberani. Dia termasuk salah satu Sahabat yang mendapat janji masuk surga. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Abu Bakar berada di surga, Umar berada di surga, Utsmân berada di surga, Ali berada di surga, Thalhah berada di surga, Zubeir berada di surga…

Dia juga termasuk salah satu dari enam Sahabat ahli syura` dalam pemilihan khalifah setelah Umar Radhiyallahu anhu.

Dia adalah orang yang pertama kali menghunus pedangnya di jalan Allah Azza wa Jalla [2] ; mengikuti perang Badar,

Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia termasuk orang yang menarik dan banyak memiliki usaha. Dia memiliki 1000 budak yang selalu membayar upeti kepadanya. Dari segi fisik dia sangat tinggi hingga apabila dia berkendaraan, kakinya menyapu tanah. Az-Zubeir Radhiyallahu anhu meninggal dunia di tangan Ibnu Jurmuz dalam suatu pembunuhan yang licik setelah perang Jamal di lembah as-Saba`, yaitu nama daerah sejauh tujuh farsakh (kurang lebih 35 KM) dari Bashrah pada bulan Jumadil ula tahun 36 H [3].

Berikut ini adalah kisah keberanian az-Zubeir: Dalam perang Uhud, dia melakukan perang tanding melawan Thalhah bin Abi Thalhah al-Abdari, kisahnya demikian : Dua fihak yang bermusuhan itu saling mendekat untuk memulai tahapan-tahapan perang

pertempuran itu adalah pembawa bendera dari kalangan musyrikin, yang bernama Thalhah bin Abu Thalhah al-Abdari. Dia adalah penunggang kuda suku Quraisy yang paling berani. Orang-orang Muslim menyebutnya kabsyul katîfah (panglima berkuda terhebat). Dia keluar dengan menunggang unta, lalu menantang untuk perang tanding. Namun tak seorang pun yang segera menyambut tantangannya, karena takut terhadap keberaniannya itu. Akhirnya, az-Zubair maju menghampirinya

langsung melompat seperti seekor singa. Az-Zubair pun berada di atas unta Thalhah ; kemudian mereka jatuh. Az-Zubair membanting Thalhah, lalu membunuhnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaksikan perang tanding yang sangat mengagumkan ini ; seketika beliau bertakbir yang kemudian diikuti oleh semua orang Muslim. Beliau memuji Zubeir Radhiyallahu anhu dan bersabda: “Sesungguhnya setiap nabi itu memiliki hawâri [4] (pengikut setia), adapun pengikut setiaku adalah az-Zubeir Radhiyallahu anhu [5] ”

Pada perang Badar al-Kubra, Zubeir Radhiyallahu anhu berkata: “Aku berjumpa Ubâdah bin Sa`d al-Ash pada perang Badar. Saat itu ia membawa senjata, dan bagian badannya tidak ada yang terlihat kecuali kedua matanya. Aku pun membawa tombak ke arahnya. Kemudian aku tusuk kedua matanya hingga dia mati. Saat itu aku meletakkan kakiku pada tubuhnya, sungguh susah sekali bagiku untuk menusuknya. [6]”

Az-Zubeir juga mengikuti perang Yarmuk. Dia adalah Sahabat yang paling utama dalam perang tersebut. Dia termasuk tokoh pasukan kuda dan orang yang pemberani di antara mereka. Sekelompok pasukannya berkumpul di hadapannya dan berkata: “Pimpinlah kami untuk menerobos barisan musuh, kami akan ikut di belakangmu. Zubeir Radhiyallahu anhu bertanya: “Apakah kalian

Radhiyallahu anhu dan mereka pun berangkat menggempur pasukan musuh. Tatkala mereka menghadapi dan barisan-barisan

Radhiyallahu nahu pun maju. Belum lama dia menerobos barisan-barisan pasukan, Zubeir Radhiyallahu anhu muncul kembali dari sisi yang lain dan kemudian kembali menuju para Sahabatnya. Kemudian mereka datang kepadanya kedua kalinya dan dia pun melakukan hal sama hingga ketika itu ia pun terkena dua luka pada bahunya. (al-Bidâyah wan Nihâyah 3-4/14)”

Zubeir Radhiyallahu anhu termasuk orang yang mentaati panggilan Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya setelah tertimpa luka Dalam perang Uhud. Allah Azza wa Jalla berfirman: ٌ

(yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.[al-Imrân/3:172]

Aisyah Radhiyallahu anhuma

(anaknya Zubeir): “Wahai anak saudariku, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami sesuatu seperti dalam perang Uhud, yaitu ketika orang-orang musyrik mundur, beliau khawatir mereka akan

menghadapi mereka.” Di antara mereka dipilih 70 orang termasuk Abu Bakar dan Zubeir Radhiyallahu anhuma [7] ”

Imam al-Bukhâri meriwayatkan perkataan `Urwah bin az-Zubeir Radhiyallahu anhu bahwa “Pada waktu perang Ahzab (yaitu tatkala kaum Quraisy dan orang-orang yang bersamanya melakukan pengepungan terhadap kaum Muslimin di Madinah dengan cara membuat parit), aku dan Umar bin Maslamah bin `Abdul Asad ditempatkan dibenteng bersama para wanita dan anak-anak[8] . Umar bin Maslamah menundukkan punggungnya, dan aku pun bisa melihat. Aku melihat ayahku datang dan pergi’ ke bani Quraidzah sebanyak dua atau tiga kali. Tatkala sore hari dia datang kepada kami, aku berkata: “Wahai ayah, aku melihatmu datang dan pergi”. Zubeir Radhiyallahu anhu menjawab, “Apakah engkau melihatku, wahai anakku.?”. Aku menjawab, “Ya”. Ia berkata lagi, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang mendatangi bani Quraidzah, hendaknya dia datang kepadaku dengan membawa berita mereka. Aku pun berangkat.” Ketika aku pulang, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan kedua orang tuanya untukku. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tebusanmu adalah ayah dan ibuku”[9] “

Di antara manaqibnya,

(rekomendasi) kepadanya dengan mati syahid. (ash-Shahâbah 278). Dia memperoleh syahid sebagaimana dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa tatkala perang jamal Ali mengingatkan apa yang dia ingat. Kemudian dia kembali dari peperangan dan pulang ke Madinah. Di tengah perjalanannya dia dibunuh oleh Ibnu Jurmûz laknatullâh dan kepalanya pun terpotong. Ia membawanya ke Ali Radhiyallahu anhu dan dia mengira akan memperoleh kedudukan darinya. Ia minta izin. Ali menjawab: “Jangan engkau berikan izin kepadanya, berilah kabar gembira dengan api neraka. Dalam riwayat dikatakan kepada Ali Radhiyallahu anhu : “Sesungguhnya pembunuh

Kemudian Ali Radhiyallahu anhu berkata. Sungguh pasti pembunuh Ibnu Shafiyah di neraka [ash-Shahâbah 278]”

tentang sekelumit kisah Inilah peperangan untuk membela Islam dan kaum Muslimin. Semoga bermanfaat. Wallâhu a`lam

Marâji`: 1. Fadlush Shahâbah Lil Imâm Ahmad 2. ar-Rakhîqul Makhtûm 3. ash-Shahâbah 4. Fathul Bâri 5. al-Bidâyah Wan Nihâyah

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016] _______ Footnote [1]. Lihat Fathul Bâri Juz 7 hlm 93 [2]. Peristiwa itu terjadi ketika dia di Mekah, tatkala terdengar berita bahwa Rasulullah n terbunuh. Ia pun datang dengan menghunuskan/menampakkan pedangnya, hingga setelah dia melihat Rasulullah n , ia pun memasukkan pedangnya kembali [3]. Fadhâilus Shahâbah Lil Imâm Ahmad hlm 914 [4]. Kata hawâri memiliki beberapa arti. Menurut adh-Dhahâk, hawâri artinya, “Orang yang berhak memperoleh khilafah/ atau menteri”. Ibnu Uyainah t mengatakan, hawâri adalah, “penolong” sedangkan Zubeir mengutib dari Muhammad bin Salâm bahwa hawâri adalah orang yang ikhlas/bersih [5]. Lihat Ar-Rakhîqul Makhtûm hlm 258-259 [6]. Kitab Ash-Shahâbah hlm 279 [7]. Kitab ash-Shahîhul Musnad min Fadhâil ash-Shahâbah hlm 278-279 [8]. Lihat Al-Bidayah wan Nihâyah 3-4/491 [9]. Lihat Fathul Bâri hlm 94

Bunda... calon istriku berhijab..



Bunda...
calon istriku adalah muslimah berjilbab panjang sesuai syariat islam.
bunda....
dia menutup aurat bukan karena ingin dikatakan agamis
atau karena berkudis
bukan pula karena ia teroris
atau karena ia meniru artis
namun...
ia berhijab karena itu sesuai Quran Hadist
agar suami mencintainya karena Allah yang maha Quddus
agar suaminya setia dan romantis
dalam membina keluarga harmonis


SETIAP HARIMU ADALAH ISTIMEWA



Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan
pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra
"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang
asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang
pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku
mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New
York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah
mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya
akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.


Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan
bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika
pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN
ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN
YANG ISTIMEWA !"


Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya
mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca
dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa
khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih
banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu
bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya
menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak
semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.


Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku
menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan
mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket,
jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa, aku
menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari " dan Satu saat nanti
....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat,
mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi
berharga, aku ingin melihat, mendengar atau
melakukannya sekarang.


Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang
menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai
atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka
berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak
Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal
kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.


Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari
nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena
aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai
orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau
menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan
menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap
menit, adalah istimewa.


Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada
seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa
"Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak
akan pernah datang .

MIKHO MEDIA

Mukhtar Ibnu Kholil. Diberdayakan oleh Blogger.