Menggapai Lailatul Qadar


Lailatul qadr adalah malam yang terbaik dalam setahun dan penuh dengan taufik. Orang yang berbahagia adalah orang yang dimudahkan oleh Allah dan bersungguh-sungguh dalam beramal saleh di malam itu. Hal itu dikarenakan semua amalan di malam itu pahala dan nilainya tidak sama seperti amalan yg dikerjakan di malam-malam lainnya.
PENGANTAR
          Al-Qur’an Surat Al Qadr ayat 1-5, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.
PENGERTIAN LAILATUL QODR
          Lailatul Qadar merupakan gabungan dari dua kata, kata lailatu dan kata Al Qadar, kata lailatu berarti malam, sedangkan Al Qadar berarti kemuliaan.
          Lailat Al Qadar disebut juga dengan malam yang sempit, karena pada malam itu bumi dipenuhi oleh para malaikat. Sesuai dengan firman Allah SWT: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. (QS. Al Qadar: 5).
MAKNA LAILATUL QODR
Makna 1000 bulan dipahami sesuai dengan teks, yaitu benar - benar 1000 bulan. Pendapat ini berdasarkan sebuah hadis yang menyebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menyebutkan kisah empat orang Bani Israil –Ayyub, Zakariya, Hezkiel dan Yosua bin Nun- yang menyembah Allah SWT selama 80 tahun, tidak pernah sekedip matapun mereka berbuat maksiat kepada Allah SWT.
Lantas para sahabat Rasulullah SAW merasa kagum dengan kisah tersebut. Kemudian Malaikat Jibril datang dan berkata, “Wahai Muhammad, ummatmu kagum dengan mereka yang menyembah Allah SWT selama 80 tahun, sedangkan Allah SWT telah menurunkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu”, kemudian Malaikat Jibril membaca surat Al Qadar dan berkata, “Ini lebih mengagumkan bagi engkau dan ummatmu”. Hal itu membuat Rasulullah SAW merasa bahagia.
TANDA-TANDA LAILATUL QADR
          Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al Baihaqi dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit: “Di antara tanda Lailat Al Qadar, suatu malam yang cerah, bersih, tenang, tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan terdapat bulan yang bersinar, tidak satu bintangpun terbit hingga subuh”.
Diriwayatkan oleh Abu Daud Ath-Thayalisi yang beliau riwayatkan dari Zam’ah dari Salamah bin Wahram dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang Lailat Al Qadar: “Suatu malam yang teduh dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lemah memerah”.
KEUTAMAAN LAILATUL QODR
Rosulullah Saw. bersabda,
“Barang siapa beribadah pada malam lailatul qadar karena iman dan menharap ridha Allah, diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
   Dalam sebuah hadits riwayat Thabrani disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya : “Carilah lailatul qadar pada malam sepuluh hari yang terakhir (dari bulan Ramadhan), sebab sesungguhnya malam lailatul qadar jatuh pada malam yang ganjil, malam dua puluh satu, atau dua puluh tiga, atau dua puluh lima, atau dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan atau pada akhir malam bulan Ramadhan.
Barang siapa yang mengisi malam tersebut dengan beberapa ibadah dengan iman dan bertujuan mencari ridha Allah, maka diampuni dosanya yang telah lewat dan yang akan datang.” (HR. Thabrani)
WAKTU TERJADINYA LAILATUL QODR
   1.  Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam ganjil di bulan Ramadhan
   2.  Abdullah bin Az-Zubair berpendapat bahwa Lailat Al Qadar terjadi pada malam 17 Ramadhan. berdasarkan ayat: “…dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan”. (QS. Al Anfal: 41).
   3.  Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam 10 terakhir Ramadhan. berdasarkan hadis: “Ziyad bercerita kepadaku dari Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah 
bin Umar, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ‘Carilah Lailatulqadar pada malam-malam 10 terakhir  Ramadhan.
4. Lailat Al Qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan, berdasarkan beberapa hadis yang mengisyaratkan hal itu.
Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul Qadar?
Nabi Muhammad ber-i’tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam terakhir: Aisyah r.a. berkata, “Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghi-dupkan malam, dan membangunkan istri beliau.” [HR Bukhari]
        Di masjid beliau shalat wajib dan sunnah, membaca Al Qur’an, berzikir, berdo’a, dan sebagainya. Nabi biasa melakukan shalat sunnat malam (Tarawih) pada bulan Ramadhan:
Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” [Hr Bukhari]
Doa Malam Lailatul Qadar:
Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah: Allahumma Innaka 'afuwwun tuhibbil 'afwa, fa'fu anni" 
(artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud.

Ciri-ciri Orang yang Mendapat Malam Lailatul Qadar
Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsb. Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berpacaran/mendekati zina.
KEUTAMAAN-KEUTAMAAN LAIN
   1.    Malam Turunnya Al-Quran
Sudah menjadi ijma' di tengah ulama bahwa malam Qadar adalah malam diturunkannya Al-Quran Al-Karim. Dalil tentang hal itu adalah firman Allah SWT di dalam surat Al-Qadar : Sesungguhnya  Kami  telah  menurunkannya  (Al  Quran)  pada malam Qadar. (QS. Al-Qadar : 1-3)
Ibnu Abbas radhiyallahuanhu menye-butkan bahwa yang dimaksud adalah peristiwa turunnya seluruh ayat Al-Quran dalam  satu  kali  turun,  yaitu  dari  Lauhil  Mahfudz  ke  langit dunia, ke Baitul Izzah.
Sedangkan Asy-Sya'bi menyebut-kan bahwa yang dimaksud disini adalah bahwa di malam Qadar itu turun per-mulaan ayat Al-Quran ke muka bumi.
Dan  boleh  jadi  kedua-duanya  tidak  keliru.  Sebab  para ulama  meyakini bahwa Al-Quran memang mengalami proses penurunan dua kali. Penurunan yang pertama adalah turunnya Al-Quran dari  Lauhil  Mahfudz  ke  langit dunia,  sebagaimana pendapat Ibnu Abbas. Sedangkan penurunan yang kedua, dari langit dunia ke muka bumi, yang turunnya pertama kali hanya lima ayat penggalan awal dari surat Al-'Alaq. Dan keduanya bisa saja terjadi pada malam Qadar, meski berbeda zaman.
    2.   Lebih Baik dari Seribu Bulan
Lailatul Qadar adalah satu  malam  penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al-Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Para ulama menetapkan bahwa bila seseorang beramal shalih di  malam Qadar  itu,  maka dia akan mendapat pahala seperti melakukannya dalam 1000 bulan.
    3.   Turunnya Para Malaikat
Al-Imam Al-Qurthubi menyebut-kan bahwa dari setiap lapis langit dan juga dari Sidratil Muntaha, para mala-ikat turun ke bumi, untuk mengamini doa umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga terbitnya fajar atau masuknya waktu shubuh. disebutkan juga bahwa para malaikat turun untuk membawa ketetapan taqdir untuk setahun ke depan.
    4.   Keselamatan
Malam Qadar juga disebut malam yang ada di dalamnya keselamatan hingga terbitnya fajar. Adh-Dhahhak berkata bahwa maksudnya pada malam itu Allah  SWT  tidak  menetapkan  sesuatu  kecuali  keselamatan hingga datangnya fajar. Sedangkan di malam lain, selain keselamatan juga Allah SWT menetapkan bala'. Mujahid berkata bahwa maksudnya malam itu malam yang dimana setan tidak bisa melakukan perbuatan jahat dan keburukan.
   5.  Eksklusif Milik umat  Muhammad SAW
Jumhur ulama sepakat bahwa keistimewaan malam Qadar ini hanya   berlaku untuk umat Muhammad SAW saja. Sedangkan umat-umat terdahulu tidak mendapatkan keistimewaan ini. Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif  panjang sesuai dengan kehendak  Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan. (HR. Malik) . (Kitab Muwattho Ibnu Malik)
Maka mereka yang dapat memanfaatkan fasilitas ini, tentu akan bisa bersaing dengan umat-umat terdahulu dalam mendapatkan jumlah pahala yang banyak. Selain itu juga ada kisah tentang seorang dari Bani Israil yang berjihad selama seribu bulan di masa lalu, sehingga membuat para shahabat iri. "Ada   seseorang   dari   Bani   Israil  yang   menyandang   senjata berjihad di jalan Allah selama 1000 bulan. Hal itu membuat umat Islam   kagum.   Maka   Allah   SWT   menurunkan   surat   Inna anzalnahu fi lailatil qadr . . ". (HR. Al-Baihaqi)
Namun ada juga ulama yang beranggapan umat terdahulu juga mendapat malam Lailatul Qadr.
Wallahu A’lam

Peghapus kesedihan

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk saudara, kerabat, teman, bos, majikan, bahkan orang yang kita anggap musuh sekalipun untuk berbuat baik.

berbuat baik itu tidak harus kepada orang yang kita kenal. kebaikan itu berbanding lurus dengan kebahagiaan. banyak juga orang yang melakukan kebaikan namun tidak mendapatkan kebahagiaan. bersedekah secara terang-terangan dengan jumlah yang besar itu baik untuk memancing dermawan yang lain menyumbang. namun itu semua pudar tatkala hatinya lebih bahagia jika dikatakan 'seorang dermawan, dan selalu ingin dielu-elukan sebagai orang yang paling dermawan di wilayahnya. ini wilayah hati loh. namun tak mengapa jika bisa mentata hati bagi orang kaya dikampungnya meminta diumumkan nominal sumbangannya, untuk menjaga fitnah 'oh si fulan mah kaya tapi kikir.

kok malah lari ke sedekah gini..
afwan yah..
kita lanjut...

kebaikan berbanding lurus dengan kebahagiaan, kebahagian itu memiliki akhlak yang terpuji.
kemaksiatan itu berbanding lurus dengan keresahan, dan ketakutan kemaksiatan itu diketahui orang lain.

berbagi kebahagian kepada orang lain adalah kebaikan. dengannya semoga saja bisa menularkan energi kebahagian itu sendiri.

orang bahagia bisa dilihat dari ekspresi mukanya, matanya yang tajam, senyumnya yg ikhlas,

mudah saja sih melihat orang bahagia atau tidak, liat saja mukanya. ada cahaya di wajah mereka orang-orang yang bahagia.

maka tatkala berjumpa dengan mereka yang berwajah sayu, berhentilah sejenak, tatap matanya. bagikan cahaya itu padanya.

loh tapi kan saya juga lagi bete, jenuh, banyak masalah. gimana saya bisa menularkan kebaikan?

sobat... satu kebaikan yang kita berikan, maka lebih dari satu kebaikan yang akan kita dapatkan.
saat kita berbuat baik kepada orang lain sejatinya kita berbuat baik pada diri kita sendiri, saat kita memberikan solusi kepada orang lain, tanpa kita sadari kita melepas masalah yang kita hadapi, bahkan tak jarang kita temukan jawaban dari masalah yang kita hadapi dengan memberikan solusi kepada orang lain.

seandainya masalah itu diibaratkan tulisan yang semberaut di suatu kertas, dan seandainya sobat tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan mereka, maka, jadilah penghapus untuk menghilangkan kesedihan mereka.

betapa bahagia bisa mentata hati, mentata diri, mentata kehidupan, mentata masa depan.

salam bahagia THR
Tata Hati Ra
bbani dengan Terapi Hati dan Ruqyah

CEK HATI MELALUI THR

Cek Hati yuk......!!!

sebagian kita mungkin bertanya mengapa hati harus di cek? emang apa yang salah dengan hati?

saudaraku..
hati itu sungguh luarbiasa. Allah mencipta hati dengan segala kesempurnaannya. hati tempat bermuaranya perasaan, tempat pangkalnya keputusan, tempat muasalnya cinta.

perasaan menimbulkan keputusan dalam bertindak, apakah dengan cinta atau tidak memiliki cinta atau bahkan kehidupan tanpa cinta.

mungkin untuk bab cinta bisa dilain waktu kita bahas lebih jauh.

saat ini mungkin yang akan dibahas bagaimana tulisan ini bisa menggiring kita bahwasanya hati sakit sebagaimana tubuh yang lain sakit. jika kita tarik dari hadist Rasululah bahwa hati berpengaruh besar bagi kondisi kesehatan tubuh. jikalau hati sehat, maka jasad akan sehat pula. demikian sebaliknya jika hati sakit maka jasadpun akan sakit.

saat sakit ini lah betapa kita harus bisa tanggap mendeteksi bahwa hati ini sedang sakit.

hati-hati loh...
jika sakit hati berlanjut, sampai akhir kehidupan, na'udzubillah, kita berlindung kepada Allah, dari  siksa-Nya kepada mereka yang hatinya sakit.karena siksa-Nya menimpa mereka yang sakit hati-Nya

sakitnya jasad mungkin selesai sampai kita meninggal dunia. betapa sakit hati terus mengikuti kita sampai kehidupan yang hanya Allah yang mengetahuinya.

banyak penyakit hati yang harus terus kita cek, masih adakah dalam diri, masih singgahkan dalam hati kita, masih betahkah ia bersemayam didalamnya.

hati yang sehat adalah hati yang rajin berolahraga, istirahatnya cukup, serta asupan makanan yang sehat.

bagaimana hati ini berolahraga, tentunya tidak seperti kita yang berkeringat saat olahraga. olahraga hati itu simple, hanya bertanya.

bukankah kebajikan itu apa yang menenangkan hati, sedang dosa itu apa yang merisaukan hati. hati yang tenang cermin hati sehat, maka tubuhpun sehat. hati risau cermin hati sakit, maka jasadnya juga sakit.

tanyalah diri, tenang kah? atau risau kah? terus tanya diri, sesungguhnya kebajikan tidak akan bercampur dengan kebatilan. saat hati tenang dalam melangkah pastikan kita berada dalam kebaikan, saat hati penuh risau, kemungkinan masih ada penyakit hati.

terus tanya hati, nyaman kah? atau gelisah? saat hati nyaman, malailkatnya Allah menyertai. namun saat kita gelisah, syetan yang menemani.

terus berlatih dan berolahraga, sampai masanya dimana setiap langkah, setiap keputusan yang diambil menimbulkan ketenangan, kenyamanan dalam hati.

semakin banyak bertanya semakin kita mengenali hati kita sendiri, semakin kita mengenal hati semakin kita mengenal pencipta hati.

selanjutnya hati sehat juga memerlukan istirahat yang cukup. ah bagaimana mungkin hati ini bisa istirahat, jika hati istirahat, matilah hati kita. bukankah saat tidur juga hati terus bekerja?

istirahatkan hati dengan ikhlas dan tawakkal. pasrahkan semua kepada pemilik hati. saat semua aktifitas, baik itu rohaniah maupun jasadiah kita lakukan diakhir, kita hadapkan semuanya kepada-Nya. Dia yang Maha Tau baik atau tidaknya.

betapa kekuatan ikhlas itu bisa merehatkan segala aktifitas. saat jasad ini capek, letih, betapa ikhlas itu bisa menjadi charcer untuk kembali bugar. toh capek, letih yang kita lakukan itu pun sejatinya adalah karunia dari Allah. bercapek, dan berletih ria untuk keridhoan-Nya. bercapek ria menuju cinta-Nya.

Ikhlaskan.. pasrahkan... Allah yang kuasa memberi keputusan. dengan ikhlas dan pasrah membuang jauh penyakit putus asa.

saya sudah berusaha mencari ketenangan dan kenyamanan hati, namun mengapa masih saja ada gelisah, ada ketidak puasan dalam diri?

itulah mengapa hendaknya kita istirahatkan hati sejenak, ihlaskan, kembalikan semuanya kepada-Nya, kemudian lakukan seperti kebiasaan yang kita lakukan.

rajin olahraga dan istirahat yang cukup, belum sempurna tanpa asupan gizi, makanan yang sehat.

hatipun memerlukan asupan gizi. makanan yang halal tentu salah satu asupan gizi bagi hati.

asupan gizi bagi hati itu adalah obat hati yang lima, yang jadi lagu tombo ati.
baca qur'an dan maknanya, sholat malam, berkumpul dengan orang sholeh, rajin puasa, yang ke lima dzikir.

dengan kelima aktifitas jasadiah tersebut jadi makanan yang sehat bagi hati.

demikian betapa hati ini hendaklah selalu kita cek, sehat atau sakitkah hati kita.

hati yang sehat adalah hati yang dekat dengan Rab-Nya, hati yang sakit hati yang jauh dari tuhannya.

semoga coretan ini mampu menjadi penyemangat untuk lebih mengenali hati kita.

setiap hati, setiap detik, terus tata hati, tata diri, tata kehidupan.

salam THR
Tata Hati Robbani

cincin pernikahan

Cincin itu sebenarnya hanya sebuah symbol, symbol bersatunya dua cinta. Budaya ini juga tidak sepenuhnya harus dimakan mentah-mentah oleh kita. Jangan sampai ada anggapan jangan menikah sebelum engkau memberikan sepasang cincin dipernikahanmu kelak.

Karena kalau untuk mahar sendiri islam tidak memberatkan, berapapun adanya.

Aku hanya berpikir sejenak, ketika aku menikah nanti, apa aku bisa memberikan sepasang cincin pernikahan?

Padahal entah kapan juga bisa membeli cincin pernikahan.

hmmm

Kalau untuk hanya sekedar cincin sih, sekarang aku juga memakai cincin, ada tulisannya lagi. He he. Masalahnya apa dia mau memakai cincin murahan yang bisa dijual di pinggir-pinggir jalan di tempat keramaian dengan tambahan bonus bisa tulis nama.

Namun ada baiknya juga loh. Dua-duanya aja kasi. Untuk yang asli disimpan, yang murahannya dipakai, supaya kalau hilang tidak terlalu merasa sedih. Kan bisa buat lagi. ^_^.

Owalah…. Mimpi di siang bolong.

Ingin memberikan cincin pernikahan, sedang yang ingin diberikannya juga entah sedang dimana, lagi apa juga gak tau.

Pemimpi berat ini mah….

Do’akan aja kawan… tak ada salahnya semua berawal dari mimpi.

syukron

aku ingin ketempat ini...

Anshun, Propinsi Guizhou "Air Terjun Besar Huangguoshu"

salah satu air terjun terindah di dunia.

Indahnya Alam ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta. ketenangan saat memandangnya.

tak ada siapapun yang bisa menciptakan alam seindah ini, selain DIA.

Ya Allah....

sempatkah Engkau memberikan izin bagiku untuk hadir di sana suatu saat nanti.

3 impian itu??

Seperti yang a’ bilang, jika menemukan ide yang akan ditulis, langsung tulis. Jangan pake acara tunda-tundaan segala.

Neng...

A’ punya keinginan yang mungkin akan ditertawakan orang, atau mungkin didukung. Karena bisa jadi ada yang sebelumnya berfikir sama, ada yang enggan untuk memikirkannya, ada yang malah takut untuk sekedar punya keinginan.

Bagi a’, bukan merupakan suatu kesalahan jika kita memiliki suatu impian. Silahkan bermimpi setinggi-tingginya. Dan tak perlu memikirkan apakah akan tercapai atau tidak karena itu sama sekali bukan hak atau wewenang kita. Kita hanya berusaha menggapai segala apa yang kita impikan. Lantas Allah lah yang berkuasa menjadikan impian itu menjadi sebuah kenyataan atau tidak sama sekali.

A’ gak bisa menyalahkan karakter atau watak a’ sendiri. Diusia yang semakin bertambah ini tentu makin banyak tuntutan yang harus diselesaikan. Harus ini, harus itu, perlu ini, perlu itu. Dan suka tidak suka, mau tidak mau, masing-masing kita akan menjalaninya.

Neng mau tau keinginan a’ apa? Ada 3 keinginan

Siapa yang tak ingin mendapat kemulian bisa menghafal Al Qur’an.

Siapa yang tak ingin sukses di dunia.

Namun yang yang ketiga mungkin ada yang ingin ada yang tidak.

Yang pertama maksudnya a’ tetap ingin menjadi hafizh Qur’an. Walau jujur yang a’ rasakan sekarang sangat jauh api dari panggang. Semangat menghafal tak tau kemana. Hafalan juga entah dimana. Namun a’ tetap yakin suatu saat a’ bisa menghafal Al Qur’an. Cepat atau lambat.

Yang kedua maksudnya a’ ingin menjadi pengusaha yang sukses. Yang dengannya bisa membantu banyak orang, memberikan yang terbaik untuk keluarga, orang tua, saudara, tetangga, dan umat islam lainnya. Dan a’ yakin itu akan terwujud, cepat atau lambat.

Yang ketiga maksudnya a’ ingin menjadi seorang penulis. Yang disetiap tulisan memberikan manfa’at ilmu bagi siapa yang membaca. Memperoleh hikmah dari tulisan tersebut. Dan a’ yakin itu akan terwujud cepat atau lambat.

Menjadi hafizh Qur’an dan pengusaha. Juga menjadi penulis yang sayang istri.

Kok pake sayang istri segala. Karena kebersamaan dengan istri ini sangat a’ butuhkan untuk mewujudkan impian tersebut.

Adakah seorang wanita yang bisa memberikan motivasi ke a’ untuk mewujudkan impian a’? bersabar sebelum semua impian terwujud, berdo’a diwaktu mustajab, disaat sendiri, untuk perwujudan impian a’.

Apa dijadikan persyaratan aja yah.

Hmmm.... boleh juga.

Jadi siapapun yang mau jadi istri a’ tanya dulu. Siap gak membantu a’ menghafal Qur’an 30 juz, bagaimanapun keadaannya?

Siap gak memotivasi usaha a’ sehingga bisa sukses.

Siap gak membantu mewujudkan impian a’ menjadi seorang penulis.

Nah klo siap, sabar dengan segala resikonya. Toh pastinya a’ akan memberikan yang terbaik untuknya. Menyayanginya sepenuh hati, sepanjang hidup.

Kadang memang rasa pesimis sering muncul neng... namun a’ tepis itu.

Karena ketiga impian itu sama-sama membutuhkan kerja keras, sama-sama membutuhkan pengorbanan waktu dan pikiran.

Tapi a’ yakin, tak ada yang mustahil di dunia ini.

Oke ya neng...

Sampaikan salam a’ ke siapapun ia yang bisa mengerti apa yang a’ rasakan saat ini.

oleh-oleh jum'atan di masjid UI

Siang ini Hizqil menyempatkan diri untuk sholat jum’at di masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas UI, yang sering disingkat dengan masjid UI, bisa berarti masjid Ukhuwah Islamiyah, Masjid Universitas Indonesia, juga Masjid Umat Islam. Begitulah kira2 pernyataan penanggung jawab masjid beberapa waktu yang lalu. Namun bukan itu yang akan dibahas kali ini. Melainkan isi khutbah yang disampaikan oleh seorang Doktor yang menjadi dosen di UIN jakarta.
Kalimat seruaan untuk bertakwa menjadi kewajiban seorang khotib. Dimana setiap pekan sekali umat islam diingatkan untuk terus senantiasa menjaga ketakwaannya kepada Allah. Takwa dalam arti menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Tergores hati ini memang, dimana tubuh ini begitu jauh dari nilai-nilai ketakwaan.
Diawal khotib memberikan tiga himbauan.
1. Tentang merubah kebudayaan yang lazim dilakukan muslim yang sholat jum’at. Kebiasaannya ; jangan sholat ketika muadzin sedang adzan pada waktu sholat jum’at, sedang hukum mendengarkan adzan adalah sunnah, setelah selesai adzan yang baru datang ke masjid tersebut sholat padahal mendengarkan khotib itu hukumnya wajib. Khotib menjawab ; “dari sekian banyak kitab fiqih yang dibaca tidak ada yang menjelaskan disunahkan menunggu adzan selesai baru sholat ketika khotib khutbah. Ada juga datanglah sholat jum’at diawal waktu. Semakin awal semakin besar pahala yang didapat.
Memang benar yang dikatakan khotib. Jika semua umat islam bisa disiplin waktu. Ketika sholat jum’at misalnya, datang tepat waktu, khutbah yang hukumnya wajib tersebut bisa didengarkan dengan baik.
2. Kebanyakan sholat jum’at itu dijadikan waktu untuk istirahat, untuk tidur siang. Padahal sholat jum’at itu adalah ibadah.
3. Umat islam sekarang gurunya adalah koran, majalah, televisi, ataupun radio dari pada Al Qur’an. Terbukti menjadikan guru tersebut sebagai rujukan, bukan Al Qur’an.
Maka himbauan yang ke 3 inilah yang dibahas diisi khutbah, menyinggung kasus komplik kenegaraan antara indonesia dan Arab saudi.
Kasus ruyati dan TKW lainya menjadi sorotan publik belakangan ini. Sehingga timbul pernyataan-pernyataan akan hal tersebut.
Namun khotib menjelaskan hukum asal dari qishos tersebut. Kewajiban Qishos tidak lebih rendah dari kewajiban berpuasa. Dengan redaksi yang sama pada kata “kutiba ‘alaikumul qishos, dan kutiba ‘alaikumus shiyam”. Dan dalam qishos tersebut sesungguhnya memberikan kehidupan orang banyak. Kalao dipikir menurut akal biasa mungkin seolah-olah al Qur’an bertentangan. Bagaimana mungkin qishos bisa menghidupkan orang. Namun esensinya coba kita lihat akibat dari yang terjadi. Secara naluriah saya yakin banyak orang yang tak ingin mati. Dalam islam jika orang membunuh, maka hukumannya dibunuh juga. Orang normal akan berpikir seribu kali untuk membunuh jika memang hukum qishos ditegakkan. Sehingga meminimalisir, bahkan meniadakan keinginan untuk membunuh. Bukan kan dengan demikian bisa dipastikan tidak ada lagi orang yang mati karena terbunuh.. bukankah itu semakna dengan membiarkan orang hidup. Lain jika hukum qishos tidak dijalankan maka sangat banyak keinginan untuk membunuh. Di indonesia ini bahkan, yang penduduknya mayoritas muslim. Sangat banyak tak terhitung kasus pembunuhan. Sampai-sampai seorang anak bisa membunuh orang tuannya, demikian sebaliknya. Istri pada suami, suami pada istri. Maka alangkah baiknya jika hukum islam yang sati ini ditegakkan.
Kapankah itu ya Allah..... dinegara Indonesia ini semua hukum yang tercantum dalam al Qur’an dan As Sunnah bisa dilaksanakan.
Saya melihat khotib begitu menggebu-gebunya menjelaskan tentang qishos. Saya sampai gemetar mendengarnya. Diakhir khutbah, kami malah di tinggalkan pertannyaan. kan kalau mau umroh, seorang wanita harus dibarengi dengan mahram, mengapa TKW yang demikian banyaknya kalau mau ke arab tidak mengapa tidak dibarengi dengan Muhrimnya??
Saya juga bingung gak bisa jawab. Yang jelas negaranya aja yang amburadul, sembrono.
Kawan sekalian pastinya sepakat kan? Kalau saya katakan negara indonesia saat ini khususnya dengan hukum islam sangat-sangat jauh.
Semoga saja ya Allah. Engkau masih mau mema’afkan dan memberikan hidayah kepada pemimpin-pemimpin untuk bisa menjalankan hukum islam dengan kaffah.

MIKHO MEDIA

Mukhtar Ibnu Kholil. Diberdayakan oleh Blogger.