Siang ini Hizqil menyempatkan diri untuk sholat jum’at di masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas UI, yang sering disingkat dengan masjid UI, bisa berarti masjid Ukhuwah Islamiyah, Masjid Universitas Indonesia, juga Masjid Umat Islam. Begitulah kira2 pernyataan penanggung jawab masjid beberapa waktu yang lalu. Namun bukan itu yang akan dibahas kali ini. Melainkan isi khutbah yang disampaikan oleh seorang Doktor yang menjadi dosen di UIN jakarta.
Kalimat seruaan untuk bertakwa menjadi kewajiban seorang khotib. Dimana setiap pekan sekali umat islam diingatkan untuk terus senantiasa menjaga ketakwaannya kepada Allah. Takwa dalam arti menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Tergores hati ini memang, dimana tubuh ini begitu jauh dari nilai-nilai ketakwaan.
Diawal khotib memberikan tiga himbauan.
1. Tentang merubah kebudayaan yang lazim dilakukan muslim yang sholat jum’at. Kebiasaannya ; jangan sholat ketika muadzin sedang adzan pada waktu sholat jum’at, sedang hukum mendengarkan adzan adalah sunnah, setelah selesai adzan yang baru datang ke masjid tersebut sholat padahal mendengarkan khotib itu hukumnya wajib. Khotib menjawab ; “dari sekian banyak kitab fiqih yang dibaca tidak ada yang menjelaskan disunahkan menunggu adzan selesai baru sholat ketika khotib khutbah. Ada juga datanglah sholat jum’at diawal waktu. Semakin awal semakin besar pahala yang didapat.
Memang benar yang dikatakan khotib. Jika semua umat islam bisa disiplin waktu. Ketika sholat jum’at misalnya, datang tepat waktu, khutbah yang hukumnya wajib tersebut bisa didengarkan dengan baik.
2. Kebanyakan sholat jum’at itu dijadikan waktu untuk istirahat, untuk tidur siang. Padahal sholat jum’at itu adalah ibadah.
3. Umat islam sekarang gurunya adalah koran, majalah, televisi, ataupun radio dari pada Al Qur’an. Terbukti menjadikan guru tersebut sebagai rujukan, bukan Al Qur’an.
Maka himbauan yang ke 3 inilah yang dibahas diisi khutbah, menyinggung kasus komplik kenegaraan antara indonesia dan Arab saudi.
Kasus ruyati dan TKW lainya menjadi sorotan publik belakangan ini. Sehingga timbul pernyataan-pernyataan akan hal tersebut.
Namun khotib menjelaskan hukum asal dari qishos tersebut. Kewajiban Qishos tidak lebih rendah dari kewajiban berpuasa. Dengan redaksi yang sama pada kata “kutiba ‘alaikumul qishos, dan kutiba ‘alaikumus shiyam”. Dan dalam qishos tersebut sesungguhnya memberikan kehidupan orang banyak. Kalao dipikir menurut akal biasa mungkin seolah-olah al Qur’an bertentangan. Bagaimana mungkin qishos bisa menghidupkan orang. Namun esensinya coba kita lihat akibat dari yang terjadi. Secara naluriah saya yakin banyak orang yang tak ingin mati. Dalam islam jika orang membunuh, maka hukumannya dibunuh juga. Orang normal akan berpikir seribu kali untuk membunuh jika memang hukum qishos ditegakkan. Sehingga meminimalisir, bahkan meniadakan keinginan untuk membunuh. Bukan kan dengan demikian bisa dipastikan tidak ada lagi orang yang mati karena terbunuh.. bukankah itu semakna dengan membiarkan orang hidup. Lain jika hukum qishos tidak dijalankan maka sangat banyak keinginan untuk membunuh. Di indonesia ini bahkan, yang penduduknya mayoritas muslim. Sangat banyak tak terhitung kasus pembunuhan. Sampai-sampai seorang anak bisa membunuh orang tuannya, demikian sebaliknya. Istri pada suami, suami pada istri. Maka alangkah baiknya jika hukum islam yang sati ini ditegakkan.
Kapankah itu ya Allah..... dinegara Indonesia ini semua hukum yang tercantum dalam al Qur’an dan As Sunnah bisa dilaksanakan.
Saya melihat khotib begitu menggebu-gebunya menjelaskan tentang qishos. Saya sampai gemetar mendengarnya. Diakhir khutbah, kami malah di tinggalkan pertannyaan. kan kalau mau umroh, seorang wanita harus dibarengi dengan mahram, mengapa TKW yang demikian banyaknya kalau mau ke arab tidak mengapa tidak dibarengi dengan Muhrimnya??
Saya juga bingung gak bisa jawab. Yang jelas negaranya aja yang amburadul, sembrono.
Kawan sekalian pastinya sepakat kan? Kalau saya katakan negara indonesia saat ini khususnya dengan hukum islam sangat-sangat jauh.
Semoga saja ya Allah. Engkau masih mau mema’afkan dan memberikan hidayah kepada pemimpin-pemimpin untuk bisa menjalankan hukum islam dengan kaffah.
Home »
» oleh-oleh jum'atan di masjid UI
oleh-oleh jum'atan di masjid UI
Posted by Unknown
Posted on 00.25
with No comments


0 komentar:
Posting Komentar