"..Maukah ISTRI Shalihah...?"
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..
Hmmm...
Pasti jawaban atas pertanyaan itu "IYA DOONGGG...MAU BUANGEETTZ" Hehe...
Ok.. Kita baca dulu kisah di bawah ini...SYARAT MUTLAK itu..!! Heheh..
Seorang Ulama yang bertaqwa
Asy-Sya 'bi Rahimahullah
suatu ketika duduk bersama Syuraih Al-Qadhi Rahimahullah.
Asy-Sya 'bi bertanya kepada Syuraih perihal ia di dalam rumah.
Maka Syuraih berkata:
"Selama 20 Th tidak ada anggota keluargaku yang membuatku marah."
"Bagaimana bisa?" Asy-Sya 'bi menyahut.
Syuraih berkata :
"Malam pertamaku bersama istriku,aku melihat perangai yang baik dan wajah yang sangaaat cantik."
Lalu aku berkata dalam hati,"Aku akan bersuci dan shalat 2 rakaat sebagai sujud syukur kepada Allah."
Ketika aku salam dari shalat ternyata aku mendapati istriku shalat di belakangku dan salam bersamaku."
(Subhanallah...Semoga kelak aku spt itu Shalat Lail bersama imamku hehe..Amiin..)
Ketika rumah telah sepi dari para sahabat dan handai tolan.Aku berdiri mendekatinya untuk melakukan apa yang sewajarnya dilakukan seorang suami terhadap istrinya.
Tapi istriku berkata :
"Tunggu sebentar wahai Abu Umayyah,"
Lalu dia mulai berbicara,
"Segala puji bagi Allah,saya memujiNya,memohon pertolonganNya dan saya ucapkan Shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarganya."
"Sesungguhnya aku wanita yang masih asing tentang dirimu,belum banyak tahu tentang akhlakmu.Maka beritahukanlah kepadaku apa saja yang Anda sukai agar aku melaksanakannya dan apa saja yang Anda benci agar aku menghindarinya."
Dia melanjutkan,
"Sesungguhnya dikalangan kaummu ada wanita yang layak untuk Anda nikahi,begitupun dikalangan kaumku ada pula laki2 yang sekufu denganku.
Akan tetapi jika Allah telah Menghendaki suatu perkara,Maka Terjadilah!"
"Engkau telah memiliki diriku,maka berbuatlah seperti yang diperintahkan Allah kepadamu."
"Rujuk dengan cara yang Ma'ruf/Menceraikan dgn cara yg baik."
"Demikian yg dapat aku sampaikan.
Aku memohon kebaikan kepada Allah untukmu juga untukku."
(Hmm..Kok Penutupannya kayak selesai Pidato aja yah heheww ..)
Syuraih berkata :
"Demi Allah wahai Asy-Sya 'bi alangkah butuhnya aku terhadap khutbah tersebut."
Akupun berkata,
"Alhamdulillah,aku memujiNya,memohon pertolonganNya,Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan atas Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam,
Sungguh anda telah mengatakan suatu ucapan,yg jika Anda konsekuen niscaya akan mendapatkan bagianmu (yakni mendapatkan kebaikan yang banyak untukmu).
Akan tetapi jika Anda mengingkarinya,maka itu akan menjadi hujjah atasmu."
Kemudian Syuraih berkata,
"Aku menyukai ini dan itu,dan aku membenci ini dan itu."
"Jika Anda melihat suatu kebaikan maka sebarkanlah,dan jika melihat suatu keburukan padaku maka rahasiakanlah."
(MasyaALLAH...Ucapan yg bijak,,bisa tuh jadi teladan yg baik utk kita semua saat berkeluarga nanti..kereeen euii hehe..
Karena suami-istri itu ibarat pakaian 1 sama lain,
Lhoh kenapa pakaian,
Karena pakaian itu penutup aurat,yakni harus menutup aib masing2 pasangan gituw..)
Kemudian istriku berkata,"Bagaimana kadar yg engkau sukai untuk mengunjungi keluargaku?"
Aku menjawab,
"Aku tidak suka jika mertuaku bosan terhadapku.(Aku tidak suka mengunjungi mereka terus-menerus yg membuat mereka bosan terhadapku.)"
Istriku berkata lagi,
"Siapa yg Anda suka di antara tetanggamu sehingga ia boleh memasuki rumahmu dan boleh saya izinkan masuk?Siapa pula di antara mereka yang tidak Anda suka?"
Saya menjawab,
"Bani Fulan termasuk orang2 shalih,Bani Fulan termasuk kaum yg shalih,maka izinkan mereka masuk.
Akan tetapi Bani Fulana adalah kaum yang buruk perangainya,jangan engkau izinkan masuk."
Syuraih melanjutkan ceritanya,
"Maka malam itu saya bermalam dengannya dengan malam yang sangat indah."
"Selama 1 th saya berdampingan dengannya belum pernah aku melihatnya kecuali dengan keadaan yang aku sukai dan aku harapkan."
"Ketika memasuki tahun ke 2,aku kembali dari Majelis Qadhi kerumahku.
Ternyata ada seorang wanita di rumahku."
Lalu aku bertanya,
"Siapakah tamu ini?"
Istriku menjawab,
"Dia adalah Ibu Mertuamu."
Ibu menoleh kepadaku dan bertanya,
"Bagaimana menurutmu istrimu wahai Abu Umayyah?"
Aku menjawab,
"Dia adalah sebaik-baiknya istri."
(Subhanallah.. Semoga kelak aku,kita semua mendapat pembelaan di depan ibu mertua,karena kebaikan2 kita Amiin Ya Allah..)
Ibu mertua berkata,
"Wahai Abu Umayyah,sesungguhnya seorang istri itu tidak akan buruk kecuali ketika dalam 2 keadaan,
Yakni jika dia melahirkan seorang anak dan berbahagiaan di sisi suaminya (yakni merasa dicintai dan merasa diperhatikan olehnya.)"
"Demi Allah,seorang laki2 tidak akan ditimpa keburukan dari seorang istri yang mau membimbing.
Maka bimbinglah istrimu dan bimbinglah sekehendakmu."
Syuraih berkata,
"Lalu saya tinggal bersama istri saya selama 20 Th,aku tidak pernah menghukumnya sedikitpun.
Kecuali sekali saja.
Itupun ternyata saya yang salah,kemudian dia telah wafat,Semoga Allah Merahmatinya."
(Aduuh...senangnya yah..
Punya suami penuh sifat kelembutan seperti itu..
Pengeeenn hehe..)
Moga Manfaat yaw..
Ambil Hikmahnya yah..
Jazakumullah Khairan Katsiran..
Salam Ukhuwah Fillah..
Thuin9_Thuin9 :-)
^______________^
"Cenyum Lebar Pahala Lancar"
"Leeyaa SHee BOcahh Aiyuww"
Home »
» "..Maukah ISTRI Shalihah...?"
"..Maukah ISTRI Shalihah...?"
Posted by Unknown
Posted on 21.54
with No comments
ini kutipan salah satu teman di facebook. semoga bermanfa'at.....!!


0 komentar:
Posting Komentar